Analysis alur cerita (plot) pada cerpen
The Model Millionaire
By Oscar Wilde
Klasifikasi alur secara umum: alur lurus
(progresif) (karena cerita di dalamnya tidak menceritakan masa lalu atau
campuran.).
Klasifikasi alur berdasarkan akhir cerita :
close plot (karena permasalahan yang ada di cerpen ini berakhir dengan
tuntas.).
Struktur umum alur :
(Awal)
Paparan
Dalam cerita the model millioner, Cerita ini
memiliki tokoh utama yang bernama Highie Erskine seorang pemuda yang tampan
menawan. Kisah ini dimulai dari ketidaksadaran hugie akan moderenisasi, bahwa
cinta adalah hak orang kaya dan orang yamng memiliki penghasilan
tetap tidak untuk orang biasa. Terlihat dari penggalan teks dalam cerita “unless
one is wealty there is no use in being the charming fellow. Romance is the
privilege of the rich, not the profession of the unemployed. The poor should be
practical and prosaic.”
Rangsangan
Dilatar belakangi dari keadaan ekonomi yang kurang, sehingga hugie
harus mencoba beberapa usaha dari pasar saham sampai menjual tea, akan tetapi
usahanya tidak membuahkan hasil. “ He had tried everything. He had to
gone to stock exchange for six months . dan “He had been a
tea-merchant peko and souchong. And tried selling dry sherry.
“ but he become nothing.”
Gawatan
Setelah kegagalan yang dialami oleh hugie dalam
berdagang dia menambah buruk keadaan hidupnya, karena dia jatuh cinta pada
wanita yang bernama laura merton serang anak colonel yang memiliki kelas sosial
lebih tinngi dibandingkan dia.
“ To make matters worse, he was in
love. The girl he loved was Laura Merton, the daughter of a retired Colonel”
(Tengah)
Tikaian
Pasangan antara hugie dan laura sudah merasa
cocok dan menjadi pasangan paling serasi di London, lalu mereka sepakat akan
melangsungkan pertunangan , namun ayah laura meminta syarat kepada hugie yaitu
dia harus mempunyai uang sejumlah 10 juta pounds milik hugie senidiri. hugie
pun merasa kecewa dan dia murung sepanjang hari karena syarat
itu. Tercermin dalam teks “Come to me, my
boy, when you have got ten thousand pounds of your own, and we will see about
it,' he used to say; and Hughie looked very glum on those days, and had to go
to Laura for consolation.”
Rumitan I
Hugie memutuskan untuk bertemu sahabatnya yang bernama Alan Trevor
. Dia adalah sahabat baik sekaligus seorang pelukis ulung.
“One morning, as he was on his way to Holland
Park, where the Mertons lived, he dropped in to see a great friend of his, Alan
Trevor. Trevor was a painter.”
Rumitan II
Ketika hugie berkunjung kerumah alan sahabatnya, alan sedang
melukis seorang pengemis tua dengan baju lusuh dan perawakan yang
memprihatinkan , setelah itu muncul gejolak batinnya hugie, dia sangat ingin
memberikan pengemis lusuh itu uang tapi hugie tidak memiliki uang lebih , dia
hanya memiliki uang untuk membayar jasa kereta api sebagai tumpangan
untuk dia pulang, tapi akhirnya dia memberikan uang itu kepada pengemis lusuh
yang menjadi model lukisan alan itu. “ He
looked so forlorn and wretched that Hughie could not help pitying him, and felt
in his pockets to see what money he had. All he could find was a sovereign and
some coppers. 'Poor old fellow,' he thought to himself, 'he wants it more than
I do, but it means no hansoms for a fortnight;' and he walked across the studio
and slipped the sovereign into the beggar's hand.”
Klimaks
Permaslahan terbesar setelah alan menceritakan tentang pengemis
yang diberi uang oleh hugie adalah rasa malu yang dialami hugie ketika ia
mengetahui bahwa pengemis yang ia beri uang itu adalah orang yang sangat kaya
yang bernama Baron Hausbreg, oleh karena itu hugie merasamalu dan merasa
bersalah juga sangat marah. “My dear boy,' said
Trevor, smiling, 'that old beggar, as you call him, is one of the richest men
in Europe.” Dan ”
said Trevor. 'The old man you saw to-day in the studio was Baron
Hausberg. He is a great friend of mine, buys all my pictures and that sort of
thing, and gave me a commission a month ago to paint him as a beggar.”
(Akhir)
Leraian
Karena ketulusan hugie ini sehingga membuat baron tertarik untuk
mengetahui semua tentang hugie dan baron akan memberinya bantuan
berupa uang setiap 6 bulan. “He'll invest
your sovereign for you, Hughie, pay you the interest every six months, and have
a capital story to tell after dinner.”
Selesaian
Ketika hugie sedang menyantap sarapan tiba-tiba ada dan itu adalah
prajurit baron yang ditugaskan untuk memberikan amplop kepada hugie yang
bertuliskan pernikahan hugie dan laura yang isinya adalah uang sejumlah 10.000
pounds yang menjadi syarat yang menyebabkan menjadi penghalang kelangsungan
pernikahannya. Dan akhirnya dengan uang itu mereka dapat melangsungkan
pernikahan dengan bahagia. Alan dan baron dalah orang yang berjasa dlam kisah
cintanya. “The Baron,' said the old gentleman, with a smile, 'has commissioned
me to bring you this letter;' and he extended a sealed envelope. “On the
outside was written, 'A wedding present to Hugh Erskine and Laura Merton, from
an old beggar,' and inside was a cheque for £10,000.”
- · Konflik
Dalam isi cerita hanya di temukan dua jenis konflik yaitu konflik
batin dan konflik lingkungan. Untuk konflik man against man nya tidak ada
karena pengaruh cerpenya tidak memiliki lawan protagonis hanya saja timbul
masalah.
- Man against man : pada cerita ini tidak
di temukan jenis kinflik ini karena cerita itu tidak memiliki antagonis hanya
menceritakan sang protagonis\tokoh.
- Man against himself.
Hughie vs batinya
Ketika hughie berada di alan travor sang pelukis, dia mendapati
alan sedang melukis dan yang menjadi modelnya adalah seorang pengemis tua
dengan pakaian yang lusuh. Dimulai lah perasaan iba seorang hughie dia ingin
memberinya uang sedangkan dia hanya memiliki uang untuk ongkos dia pulang.
Hughie pun dilanda dilema hati kecilnya tetap ingin memberikan
- Man against environment
Hughie vs gaya hidup tempat tinggalnya.
Hughie adalah prang yang sangat tampan menawan. Tapi sangat
disayangkan ditempat ia tinggal yang bisa mendapatkan cinta bukanlah orang yang
menawan dan berprestasi. Melainkan orang yang kaya dan mempunyai
penghasilan tetap, Begitulah yang hughie alami. Kegundahan karena dia
adalah seseorang yang miskin dan tidaak mempumyai penghasilan yang tetap. Itu
menggambarkan ketidak singnkronan lingkungan dengan apa yng hughie harapkan
sehingga menyebabkan ketidak nyamanan dalam diri hughie.
C. Tokoh (Character)
Dalam cerpen yang merjudul The model millionire, jalan
ceritanya sangat menarik dengan para tokohnya yang sangat menggabarkan suasana
dalan cerpen ini terkesan nyata. Adapun cerpen ini di huni oleh beberapa tokoh
yaitu, Hughie Erskine, laura merton, ayah laura merton, alan travor, dan baron
husbreg.
Klasifikasi tokoh menurut aspek fisik, aspek psikologi, dan aspek
social.
1. Hughie Eriskine
· Aspek fisik : dia
memiliki wajah yang tampan dan menawan,dengan rambut coklat yang ikal dan mola
mana yang berwarna abu-abu.
· Aspek psikologi : dalam
cerpen tokoh ini di gambarkan sebagai seorang yang pantang menyerah,romantis,
empati, rendah diri dan pemarah.
- Pantang
menyerah, tergambar ketika keadaan ekonomi mengihimpin
kehidupanya dia mencoba mencari uang dengan cara berjualan, sekalipun dia gagal
dia terus mencoba dengan jenis barang dagng yang berbeda.
- Romantic, tokoh ini
menjadi pasangan paling serasi se jagat London, itu berarti seorang
Hughie memiliki jiwa yag romantic sehingga di sebut demikian.
- Empatik, tokoh
ini sangat melambangkan kebaikan, apalagi ketika dia merasa tersentuh hatinya
ketika dia melihat soeorang pengemis tua yang lusuh, lalu dia memberikan
seluruh unang nya ada pengemis itu bisa menggunakaan uang nya.
- Rendah diri, sosok
Hughie sangat di sayang oleh temanya, karena sifat nya yang polos dan rendah
diri.
- Pemarah, sosok Hughie
sebenarnya di gambarkan tanpa ada keburukan dari awal sampai akhir cerita akan
tetapi ada sedikit percakapan antara alan dan Hughie yang menyebabkan kemarahan
Hughie muncul . ketika alan menceritakan semua tentang kehidupan Hughie kepada
baron, ketika Hughie mengetahinya wajahnya sangan merah dan dia pergi dengan
membawa kemarahan kepada alan.
· Aspek sosial : seorang Hughie adalah orang dari
kalangan bawaah dia tinggal di lingkungan orang bangsawan, dia adalah seorang
pengangguran, dan di lingkungan dia hidup kata cinta itu hanya untuk orang-
orang bangsawan.
2. Laura Merton
· Aspek fisik : -
· Aspek psikologi :
romantis, dan humoris.
- Romantic, ketika Hughie
sangat mencintainya dia pun membalas cinta Hughie sehingga mereka menjadi
pasangn teromantis yang ada di London.
- Humoris, seorang yang
menjadi tempat curhat Hughie sehingga Hughie selalu ceria ketika beretemu
laura, ketika Hughie kecewa pada ayah laura karena persyaratan yang di berikan
Hughie sangat ingin perg kerumah laura merton untuk menghibur diri.
· Aspek sosial : Laura
adalah seorang putri dari militer. keluarganya terlihat jelas menegah ketas
karena pada saat ia ingin menikah calon suaminya di berikan syarat untuk
mengumpulkan uang sebesar 10.000 pounds.
3. Ayah laura
· Aspek fisik : Seorang
lanjut usia.
· Aspek Psikologi : dia adalah seorang
ayah yang egois, tapi sangat menyayangi laura dan Hughie.
- Egois, sifat
colonel/ayah laura sangat egois ketika mengetahui putrinya akan menikah dengan
Hughie dan dia memberikan syarat kepada Hughie jikan ingin menikahi anaknya.
- Penyayang, tokoh ini
sangat menyayangi anaknya sehiga dia pun menyayangi calon suaminya.
· Aspek sosial : keluarga nya terpandang karena
dia adalah seorang pensiunan militer.
4. Alan Travor
· Aspek fisik :-
· Asfek psikologi : alan adalah berperan sebagai
teman dari Hughie di adalah seorang yang mempunyai jiwa seni yang tinggi,
bijaksanaa, ngeyel dan humoris.
- Mempunyai jiwa seni
ygtinggi, dia adalah seorang seniman lukis yang handal di tempatnya tinggal.
Hasil karyanya sangat menarik dan bagus, chirikhas nya adalah lukisan mengenai
social.
- Bijaksana, alan adalah
tempat Hughie berkeluh kesah tentang masalahnya karena Hughie percaya dengan
saran yang di berikan alan sangan berboot dan membantu Hughie.
- Ngeyel, dari sifat baik
diatas sifan nya ada yang sedikiit nyeleneh ketika dia terus menggoda Hughie
dan menceritalkan seurh kehidupan Hughie kepada baron, meskipun niatnya baik
tapi tetap saja dia membuat Hughie marah dan kecewa.
· Aspek siosial : hidup di lingkungan masyarakat perkotaan, dia
sangat mencintaii kehidupanya yang paling penting dia sangt mencintai keadaan
social di lingkunganya, tergambar ketika dia melukis seorang pengemis tua,
itulah tema lukis yang sangat dia cintai.
5. Baron husbreg
· Aspek fsik : orang yang tua.
· Aspek psikologi : dia mencintai seni, penyayang, dan dermawan.
- Jiwa seninya sangat
tinggi dia adalah orang langganan yang selalu memborong hasil karya alan.
- Penyayang, dia sangat
sayang/ simpati kepada Hughie sehinga dia mau membiyai
seluruh pernikahan Hughie.
- Dermawan, dengan
kekayaan yang di miliki dia gunakan untuk mengapresiasi lukisan alan dan
menyumbangangkan uang nya seumlah 10.000 pounds untuk Hughie.
· Aspek social
Kehidupanya sangat berkecukupan dia adalah seorang milyader.
Lingkunganya adalah lingkungan bisnis, dan dii memiliki banyak pengawal.
Klasifiksi tokoh yang terdapat pada cerpen ini akan di uraikan
menjadi 3 yaitu menurut proposi sifat, watak, dan fungsi. Berikut tokoh-tokoh
yang termasuk didalamnya
1. Dilihat dari proporsi
sifatnya.
A. Flat karakter
: laura merton.
B. Round karakter :
Hughie, Alan, Baron. Memiliki sifat kebaikan (penyayang, bijaksana,
dermawan.)
2. Dilihat dari perkembangan
watak.
A. Statis karakter : baron
husbreg, Alan travor, ( dua tokoh ini memiliki watak yang statis dari awal
sampai cerita selesai.
B. Develoving
karakter : Hughie, dia termasuk orang yag
berubah-ubah, dia menjadi pemarah saat di goda oleh Alan.
3. Di lihat dari fungsinya
A. Tokoh sentral
· Tokoh utama protagonis :
Hughie Erskine. Dia menjadi tokoh utama/ central dengan watak yang
baik.
· Tokoh lawan antagonos:-
· Tokohh wirawan/i :-
· Anti wirawan : Ayah
laura merton dia menjadi tokoh yang empengaruhi jalan cerita ketika
dia memberikan syarat kepada Hughie, akan tetapi setelah itu dia menghilang tak
ternah terbahas lgi dalam cerpen ini.
B. Tokoh bawahan
· Tokoh andalan : Alan
travor, dia mampu mempengaruhi Hughie sehinggal terjadi happy ending.
· Tokoh
tambahan: Pengawal baron husbreg.
4. Latar (setting)
Latar atau setting adalah unsur dalam sebuah
cerita pendek (cerpen) begitupun dengan cerpen the model millionaire, memiliki
latar yang berbeda dan selalu melekat dengan tokoh, ada latar tempat, latar
waktu, latar social dan latar ruangan.
a) Latar tempat
· Dalam cerpen ini tempat pertama adalah di pasar, ketika Hughie
mencoba mencari mata pencaharian dengan berjualan.
· Rumah Alan Travor, menjadi tempat terjadinya pertemuan antara
Hughie dan alan .
· Rumah Hughie, ini menjadi tempat ketiga yang di pakai dalam
cerpen. Ketika Hughie pulang dari rumah alan Hughie langsung pulang kerumah
dengan kekecewaan.
b) Latar waktu
Hanya ada dua yaitu pagi dan malam hari. Pagi,
ketika Hughie merasa kecewa dia memutuskan untuk pergi kerumah laura di taman
Holland, tetapi dia malah pergi ke rumah alan. Untuk malam hari, ketika Hughie
menemui alan sekitar jam 11 malam untuk berbincang-bincang.
c) Latar social
Dewasanya keseluruhan cerita ini menggambarkan
kesenjangan social, kelas social yang berbeda antar tokohnya, tokoh utama dia
seorang dengan basic seorang dengan kelas social yang rendah dia adalah seorang
pengangguran dan untuk tempat tngalpun dia menumpang di rumah bibinya. Setelah
itu, dia jatuh cinta kepada seorang yang mempunyai kelas social menengah yaitu
laura merton. Dia berkeinginan untuk menikahinya namun berat dengan syarat yang
di ajukan ayah laura, lalu dia bertemu dengan seorang milyoner yang dermawan
yaitu Baron husbreg. Nah dari ulasan itu cerita ingin sangat jelas
menggambarkan bahwa dalam lingungan tokoh ada kesenjangan social.
d) Latar ruang.
· Studio Alan Travor.
Kejadianya adalah ketika Hughie berkunjung kerumah alan dan Hughie
mendapati alan yang sedang melukis di ruangan studionya, dia berbincang
mengenai model yang menjai media lukis alan.
· Di club malam.
Hughie bertemu alan ketika malam hari sekitar jam 11 malam ketika
Hughie ingin meminta saran kepada alan.
· Ruang makan Hughie.
Ketika pagi hari saat Hughie sarapan di ruang makan datanglah
seorang pengawal utusan baron memberikan kabar gembira kepada Hughie.
5. Theme (tema)
Tema adalah sebuah unsur penting dalam cerita, apapun yang ingin
di ceritakan harus memiliki tema yang jelas sehinga cerita dan pesan yang ingin
di samaikan tidak bertolak belakang. Secara garis besar tema adalah gagasan
yang mengikt juatu cerita sehinga cerita itu mempunyai patokan dan tidak
melantur kemana-mana.
· Tema Mayor
: Hubungan yang terhalang oleh
Masalah kemiskinan yang di alami Hughie setiap waktu.
· Tema
Minor :
Ø Hughie mencoba usaha
dengan berjualan.
Ø Pertemuan antara laura
dan Hughie yang membuat Hughie jatuh cinta.
Ø Alan travor adalah teman
yang baik dan bijaksana meskipun kadang menjengkelkan.
Ø Pertemuan Hughie dengan
si kaya yang dermawan.
Ø Kebaikan Baron Hushbreg.
6. Sudut pandang
Dalam cerita model of millionaire oscar wild
menggunakan sudut pandang omniscien point of view, sang penulis menggambarkan
cerita nya dengan menggunakan Diaan, yaitu menceritakan kehidupan Hughie
erskine dan segalanya tentang hughie.
Terlihat
dari pembukaan narasi pembukaan ceritanya,
Unless one is wealthy there is no use in being a
charming fellow. Romance is the privilege of the rich, not the profession of
the unemployed. The poor should be practical and prosaic. It is better to have
a permanent income than to be fascinating. These are the great truths of modern
life which Hughie Erskine never realised. Poor Hughie! Intellectually, we must
admit, he was not of much importance. He never said a brilliant or even an
ill-natured thing in his life. But then he was wonderfully good-looking, with
his crisp brown hair, his clear-cut profile, and his grey eyes. He was as
popular with men as he was with women and he had every accomplishment except
that of making money. (Wilde,1887, model
of millionaaire:1)
Di
paragraph selanjutnya kembali sang penulis menggunakan diaan untuk menyampaikan
cerita kepada pembacanya. To make matters worse, he was
in love. The girl he loved was Laura Merton, the daughter of a retired Colonel
who had lost his temper and his digestion in India, and had never found either
of them again. (Wilde, 1887, model
of millionaaire:1)
7. Symbol
Symbol
adalah bagian dari unsur intrinsic. Symbol adalah lambing sehingga pada
pengertianya symbol itu adalah kata atau frase yang memiliki multi tafsir. Oleh
karena itu setiap tulisan kebanyakan memiliki symbol agar tulisan itu lebih
variatif dan tidak boring untuk di baca. Begitupun dengan cerpen karya Oscar
wilde, yang berjudul Model of
Mullionaire, saya akan menjabarkan apa saja symbol yang ada di dalamnya.
1. Poor Hughie
: poor dalam cerita menjelaskan bahwa Hughie sangat miskin dan dia seorang pengangguran
karena segala usahanya selalu gagal.
2.
Wonderfully
good-looking : wonderfully disini bukan
indah, melainkan merujuk pada wajah Hughie yang sangan tampan, dan menawan.
3.
Hughie look very glum in those day : menjelaskan rasa
khawatir Hughie karena takut persyaratan yang di ajukan ayah lauren tidak
terpenihi.
4.
Begger
man : dalam cerita begger ini mengacu kepada fisik karena orang itu sangat
lusuh dan kriput.
5.
The old man started, and faint smile fllited acroos
withered lips : smile dalam cerpen tidak hanya terssenyum,
tapi old man merasa bahagia dan terharu karena telah menerima uang pemberian
dari Hughie.
6.
What you call rags I call romance : menurut tokoh kata romance ini menggambarkan
kebahagiaan dan keindahan serta kepuasan jiwa seninya.
7.
Looking very red and angry : bukan wajahnya yang berubah menjadi merah
melainkan Hughie sangat kecewa dan kesal kepada sahabatnya.
8.
I am an unlucky devil : dia meraa kecewa dan sangat malu dengan yg dia
lakukan tempo hari ketika memberi uang kepada begger man, padahal dia adalah
orang kaya yang merpakaian lusuh karena menjadi model lukisan.
Demikian
symbol yang saya temukan dalam cerpen ini, inmtinya symbol adakah sebuah kata
pada person, subjek, situasi , tindakan, atau hal lain yang memiliki pengertian
yang luas dan bukan makna secara kharfiah atau sebenarnya.
Ironi
(irony)
Ironi dalam pengertianya
adalah sesuatu yang bertentangan antara cerita dan pembaca. Secara garis besar
ironi dalam sebuah karya sastra sering kita dengar yaitu kontradiksi. Ironi di bagi kedalam 3 (tiga) jenis yaitu, ironi
verbal, ironi of situation, dan dramatic ironi. Baiklah kali ini saya akan
menunjukan beberapa contoh yang termasuk kedalam 3 jenis ironi tersebut.
a) Ironi verbal, yaitu ironi yang terjadi pada tokoh,
lebih spesifiknya apa yang di ucapkan tokoh tidak sesuai dengan realita keadaan
tokoh.
Cotoh dalam cerpen : pada dialog ke-13. Hughie : “you told that old
beggar al my private affairs?’ carried Hughie, looking very red and angry.”
(dalam wild.model of millionaire). Nah
sebenarnya Hughie sangat menyayangi alan, dan alan adalah teman terbaik Hughie.
Apa yang dia katakana dan dia rasakan saat itu tidak sesuai dengan hati nya
yang sangan menyayangi alan.
b)
Ironi
of situation, adalah kontra diksi yang terjadi antara pembaca dan cerita,
dimana cerita yang di alami tokoh tidak sesuai dengan harapan pembaca.
1.
Contoh
dalam cerpen : He had
tried everything. He had gone on the Stock Exchange for six months; but what
was a butterfly to do among bulls and bears? He had been a tea-merchant for a
little longer, but had soon tired of pekoe and souchong. Then he had tried
selling dry sherry. (dalam wild.model of millionaire).
Hughie adalah pemuda yang sangat miskin. Harapan saya sebagai pembaca, Hughie
bisa melepas status kemiskinannyadengan usaha yang dia lakukan, akan tetapi
pdalam ceritanya Hughie tidak berhasil dan tetap menjadi pengangguran.
2.
Contoh
dalam cerpen : he was in love. The girl he loved was Laura
Merton, the daughter of a retired Colonel who had lost his temper and his
digestion in India, and had never found either of them again. Laura adored him,
and he was ready to kiss her shoe-strings. They were the handsomest couple in
London, and had not a penny-piece between them. (dalam wild.model
of millionaire).
Pada paragraph ke dua tokoh Hughie jatuh cinta kepada Laura Merton
seorag gadis yang juga membalas cinta Hughie. Mereka adalah pasangan yang
serasi, dan siap melaksanakan pertunangan.
c)
Dramatic
ironi, secara garis besar pengertianya adalah apa yang tokoh pikirkan dalam
cerita tidak sesuai dengan apa yang di pikirkan pembaca.
3.
Contoh
dalam cerpen : The old beggar-man took advantage of Trevor's
absence to rest for a moment on a wooden bench that was behind him. He looked
so forlorn and wretched that Hughie could not help pitying him, and felt in his
pockets to see what money he had. All he could find was a sovereign and some
coppers. 'Poor old fellow,' he thought to himself, 'he wants it more than I do,
but it means no hansoms for a fortnight;' and he walked across the studio and
slipped the sovereign into the beggar's hand. (dalam
wild.model of millionaire).
Pada
penggalan cerita di atas tokoh Hughie berpikir bahwa seorang model tua dan
lusuh yang sedang dilukis oleh alan adalah seorang yang miskin.
9.
Pesan Moral
Pesan moral yang
terdapat dalam cerpen The model Millioner
karya Oscar Wilde yaitu :
Ø Jangan
berhenti untuk mencoba dan berjuang meskipun hasilnya selalu gagal, percayalah
dari banyaknya kegagalan ada suatu kesuksesan.
Terdapat
dalam kejadian :
Hugie
seorang pemuda tampan namun memiliki keadaan ekonomi yang kurang. Dia selalu
berusaha untuk mencoba berbagai usaha dari pasar saham sampai menjual tea,
namun usahanya selalu gagal.
Ø Cinta
itu tidak memandang status sosial, cinta hanya butuh sebuah ketulusan dan semua
rintangan yang ada akan runtuh oleh kekuatan cinta sejati.
Terdapat
dalam kejadian :
Hugie jatuh cinta kepada seorang
wanita yang bernama Laura, dia adalah seorang anak pensiunan colonel, status
ekonomi mereka sangat jauh berbeda. Ayah Laura memberikan syarat kepada Hugie
yaitu ia harus memberikannya uang sejumlah 10 juta pounds jika Hugie ingin menikahi
putrinya. Pada akhirnya Hugie bisa mengabulkan syarat itu atas kebaikan
dirinya.
Ø Memberi
tidak butuh materi yang banyak namun hanya butuh sebuah ketulusan.
Terdapat
dalam kejadian :
Pada saat itu Hugie pergi kerumah
sahabatnya Alan, dia melihat lukisan pengemis tua dan memakai baju yang lusuh,
Hugie ingin memberinya uang namun ia hanya memiliki uang untuk ia pulang naik
kereta, pada akhirnya Hugie memberikan uangnya tersebut.
Ø Hasil
dari sebuah perjuangan dan ketulusan adalah kesuksesan dan kebahagiaan.
Terdapat
dalam kejadian :
Suatu ketika Hugie kedatangan
Prajurit Baron Hausbreg. Baron adalah seseorang yang sangat kaya dan ia adalah
pengemis yang ada pada lukisan Alan. Hugie mendapatkan amplop yang berisi uang
sejumlah 10 juta pounds dan Alan menceritakan semuanya kepada Hugie.
10. Dedaktis
Adalah sebuah pelajaran baik yang bisa di terapan dalam
kehidupan seseorang setelah membaca sebuah karya tulis (cerpen), yang telah di
lakukan oleh tokoh yang ada didalamnya.
ü
Aspek Moral
1.
Alan yang bijaksana
Alan adalah tempat Hughie berkeluh kesah tentang masalahnya
karena Hughie percaya dengan saran yang di berikan alan sangan berbobot dan
membantu Hughie.
2.
Ketulusan Laura
Laura yang mencintai Hugie dengan tulus tanpa memandang
Hugie dari apapun, dia menerima Hugie meskipun dia miskin.
ü
Aspek Sosial
3.
Hughie pekerja keras
Dalam hal ini, Hughie pantang menyerah ketika dia terus
mencoba berjualan untuk memperbaiki kehidupan nya terlebih untuk menghilangkan
kemiskinanya.
4.
Hugie yang empatik
Pada saat
Hugie merasa tersentuh hatinya ketika dia melihat soeorang model lukisan
temannya yaitu seorang pengemis tua yang lusuh, lalu dia memberikan seluruh
uangnya pada pengemis itu agar bisa digunakaan untuk keperluan pengemis itu.
5.
Baron husbreg yang
dermawan
Baron
adalah seorang milyader dia juga sangat dermawan. Baron dengan senang hati
membiayai seluruh pernikahan Hugie dan Laura.
Ø Emotion
Pada dasarnya sebuah karya sastra yang berbentuk
cerita, novel, drama, dan sejenisnya pasti memiliki emotion pada ceritanya yang
di perankan tokoh tujuanya agar pembaca tidak merasa bosan dan terbawa suasana
kedalam cerita. Emosi yang sering muncul pada cerita adalah : takut, senang,
kaget, cemas, menangis, tertawa.
1. Takut dan cemas : cetika Hughie mengetahui bahwa yang
di sangkanya pengemis sebenarnya adalah orang kaya yang bernama baron hushbreg,
nah di momentum ini tepatnya menujunakhir cerita bhughie mengalami kecemasan
dan ketakutan yang sangat mengganggu dirinya.
2. Kaget : momen kaget terjadi ketika Hughie berada di
rumah alan, waktu itu alan menceritakan kepadanya tentang seorang model lukisan
alan yaitu sang pengemis tua adalah bangsawan kayaraya.
3. Senang : dalam cerpen ada dua momentum yang
membahagiakan atau senang yang pertama ketika Hughie merasa jatuh cinta dan
orang yang di containya yaitu laura membalas perasaan Hughie. Yang kedua ketika
di akhir cerita ketika Hughie dan laura melangsungkan pernikahan ini pun
menjadi momentum membahagiakan.
4. Sedih : sebelum merea berdua menikah dan bahagia
mereka pernah merasakan sedih yang amat mendslam ketika kisah cinta mereka
harus di pisahkan beberapa waktu oleh materi, ini ketika Hughie meminta izin
menikahi laura kepada ayahnya namun ayahnya memberinya syarat yang sangat
berat.
Comments
Post a Comment